Beranda  |  Arsip Berita  |  Agenda Kegiatan   |  Download  |  Photo Gallery  |  Hubungi Kami  |  Web Mail  |  NISN  |  PPD Online  |  Dapodik  |
 
Profil Dinas DIKPORA






Link Data Pendidikan




















Daftar Agenda Kegiatan
Pengambilan Kartu Peserta UN SMA/MA/SMK TP. 2012/2013
Tanggal : Diambil Senin,11 Maret 2013

Lembar Individu-SM
Index Harga 2013
 
Beranda » Arsip Berita
 
Keterbatasan Fisik Bukan Hambatan Berprestasi
Ditulis Oleh : ICT-Dikpora, Tanggal : 19/06/2012


Bikardo Siburian dengan percaya diri maju ke panggung. Ia adalah tuna rungu dari SMA Luar Biasa Negeri Siborong-borong. Dengan wajah yang jenaka namun sopan, ia memberi hormat kepada tiga orang juri dan penonton. Setelah itu musik tradisional Batak mengalun dengan rancak. Bikardo pun menari pantomim mengikuti irama musik dari daerahnya itu dengan jenaka namun penghayatannya sangat bagus. "Ia tidak mendengar musik tersebut, tetapi perasaan dan ketukan irama yang ia pahami, membuatnya menari sesuai irama musik." kata Parluhitan Simanjuntak, pendamping dari Provinsi Sumatera Utara. Melihat gerakan Bikardo yang seirama dengan musik pengiringnya, kita tidak menyangka bahwa ia seorang tuna rungu.



Di hari pertama perlombaan Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) 2012 di Mataram NTB, Selasa (19/6), semua jenis lomba memasuki babak penyisihan. Para peserta dan pendamping tampak antusias dan semangat meraih hasil terbaik secara sportif. Perlombaan untuk siswa-siswa Pendidikan Khusus dan Layanan Khusus Pendidikan Menengah dilangsungkan di Sentosa Villas di kawasan Pantai Senggigi, Lombok Barat.

Keterbatasan fisik bukan hambatan seseorang untuk berkarya, apalagi di bidang seni, kata Parluhitan. Anak-anak berkebutuhan khusus rata-rata memiliki kelebihan khusus dan perasaan yang peka, terutama berkaitan dengan seni, ujarnya menambahkan. Selain itu semangat dan ketekunan menjadi modal berharga. "Bikardo belajar dengan tekun selama 3 bulan."

Peserta lomba pantomim dari Maluku, Jose Lesnussa bahkan hanya memerlukan waktu seminggu untuk menghafalkan gerakan-gerakan yang diajarkan kepadanya. "Sebenarnya kita tidak mengajarinya, namun memberinya kesempatan dia untuk berimprofisasi sesuai hatinya." kata Engle Luturmele, pendamping Provinsi Maluku. Siswa sendiri diberi kebebasan untuk menentukan tema tari yang dipilihnya, bukan ditentukan guru atau pembimbingnya, ujar Engle. Hasil latihan seminggu sudah menghasilkan gerakan-gerakan layaknya seniman pantomim profesional.

"Yang lebih mengagumkan adalah Jose selain menderita tuna rungu, dia juga seorang tuna grahita." ujar pendampingnya. Jadi selain tidak dapat mendengar, Jose juga memiliki tingkat kecerdasan di bawah rata-rata. Namun penampilan Jose di atas panggung tidak menunjukkan bahwa dia tuna grahita. Ia tampil layaknya seorang seniman pantomin. (NW)

Kemdikbud.go.id
 
 
 
  Sambutan Kepala Dinas
Drs. Mohammad Zahid, M.Pd
  Pencarian Data
     


  Statistik Website
Online : 1 orang
Hari Ini : 691 orang
Kemarin : 973 orang
Bulan Ini : 17754 orang
Total : 251728 orang
  Link Banner
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
  Bio System Online
 
 
 
 
 
 
 
 
  Format RKAS BOS K1 dan K2
 
 
 
 

54.242.188.217

Copyright © Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Jepara. Maintenence by ICT Dikpora
Jl. Ratu Kalinyamat No 1 Demaan Jepara
Jawa Tengah Telp. (0291) 591 238