Bikardo Siburian dengan percaya diri maju ke panggung. Ia adalah tuna
rungu dari SMA Luar Biasa Negeri Siborong-borong. Dengan wajah yang
jenaka namun sopan, ia memberi hormat kepada tiga orang juri dan
penonton. Setelah itu musik tradisional Batak mengalun dengan rancak.
Bikardo pun menari pantomim mengikuti irama musik dari daerahnya itu
dengan jenaka namun penghayatannya sangat bagus. "Ia tidak mendengar
musik tersebut, tetapi perasaan dan ketukan irama yang ia pahami,
membuatnya menari sesuai irama musik." kata Parluhitan Simanjuntak,
pendamping dari Provinsi Sumatera Utara. Melihat gerakan Bikardo yang
seirama dengan musik pengiringnya, kita tidak menyangka bahwa ia seorang
tuna rungu.
Di hari pertama perlombaan Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional
(FLS2N) 2012 di Mataram NTB, Selasa (19/6), semua jenis lomba memasuki
babak penyisihan. Para peserta dan pendamping tampak antusias dan
semangat meraih hasil terbaik secara sportif. Perlombaan untuk
siswa-siswa Pendidikan Khusus dan Layanan Khusus Pendidikan Menengah
dilangsungkan di Sentosa Villas di kawasan Pantai Senggigi, Lombok
Barat.
Keterbatasan fisik bukan hambatan seseorang untuk berkarya, apalagi
di bidang seni, kata Parluhitan. Anak-anak berkebutuhan khusus rata-rata
memiliki kelebihan khusus dan perasaan yang peka, terutama berkaitan
dengan seni, ujarnya menambahkan. Selain itu semangat dan ketekunan
menjadi modal berharga. "Bikardo belajar dengan tekun selama 3 bulan."
Peserta lomba pantomim dari Maluku, Jose Lesnussa bahkan hanya
memerlukan waktu seminggu untuk menghafalkan gerakan-gerakan yang
diajarkan kepadanya. "Sebenarnya kita tidak mengajarinya, namun
memberinya kesempatan dia untuk berimprofisasi sesuai hatinya." kata
Engle Luturmele, pendamping Provinsi Maluku. Siswa sendiri diberi
kebebasan untuk menentukan tema tari yang dipilihnya, bukan ditentukan
guru atau pembimbingnya, ujar Engle. Hasil latihan seminggu sudah
menghasilkan gerakan-gerakan layaknya seniman pantomim profesional.
"Yang lebih mengagumkan adalah Jose selain menderita tuna rungu, dia
juga seorang tuna grahita." ujar pendampingnya. Jadi selain tidak dapat
mendengar, Jose juga memiliki tingkat kecerdasan di bawah rata-rata.
Namun penampilan Jose di atas panggung tidak menunjukkan bahwa dia tuna
grahita. Ia tampil layaknya seorang seniman pantomin. (NW)
Kemdikbud.go.id