Beranda  |  Arsip Berita  |  Agenda Kegiatan   |  Download  |  Photo Gallery  |  Hubungi Kami  |  Web Mail  |  Dapodikdas  |  PPDB Online  |  Profil 2013  |
 
Profil Dinas DIKPORA







Link Data Pendidikan




















Daftar Agenda Kegiatan
Tidak ada agenda
Lembar Individu-SM
Index Harga 2013
 
Beranda » Arsip Berita
 
Tunnjangan Guru Dipotong
Ditulis Oleh : ICT-Dikpora, Tanggal : 07/08/2012


Kompas
JAKARTA, KOMPAS.com — Guru-guru di sejumlah daerah mengeluh karena pemerintah kabupaten/kota menahan uang tunjangan profesi guru. Kalaupun dananya cair, pencairannya terlambat sekitar lima bulan dan uangnya tidak utuh diterima para guru karena dipotong aparat daerah.



Di Makassar, Sulawesi Selatan, sekitar 200 guru, Senin (6/8/2012), berunjuk rasa ke DPRD Makassar karena tunjangan profesi pendidik lambat dicairkan. Sampai Agustus ini, baru tunjangan Januari-Februari yang cair. Padahal, semestinya tunjangan guru diterima setiap tiga bulan dan utuh tanpa potongan apa pun.

Kenyataannya, uang tunjangan guru itu dipotong dengan berbagai alasan. ”Kami menolak pemotongan tersebut,” kata Nurdin, Ketua Forum Komunikasi Pengkajian Aspirasi Guru Indonesia Sulawesi Selatan.

Menurut Nurdin, tunjangan profesi pendidik para guru pegawai negeri sipil di Makassar dibayarkan pada Juli lalu. Namun, yang diterima hanya untuk dua bulan.

”Seharusnya guru menerima enam bulan tunjangan profesi, tetapi Pemerintah Kota Makassar beralasan dananya kurang dari pemerintah pusat. Anehnya, di kota/kabupaten lain di Sulawesi Selatan, pembayaran tunjangan profesi ada yang mencapai enam bulan, ada juga yang tiga bulan.” ungkap Nurdin.

Cirebon dan Bandung


Di Kabupaten Cirebon dan Kota Bandung, Jawa Barat, tunjangan profesi guru juga terlambat dicairkan. ”Setiap ditanyakan ke dinas pendidikan, petugas malah marah-marah dengan alasan dananya belum ada,” kata seorang guru. Kalaupun tunjangan cair untuk Januari dan Februari, dana itu dipotong dengan beragam alasan.

Kondisi yang sama terjadi di Kota Bandung. Meski triwulan kedua 2012 sudah lewat, tunjangan yang cair baru dua bulan.

”Seharusnya pembayaran triwulan kedua paling lambat Juli. Namun, pembayaran lagi-lagi telat dan tidak utuh,” ujar Ketua Forum Aksi Guru Indonesia Kota Bandung Iwan Hermawan.

Keterlambatan dan penyunatan pembayaran tunjangan profesi pendidik juga dialami guru-guru di DKI Jakarta. Retno Listyarti, Ketua Forum Musyarawah Guru Jakarta, menjelaskan, tunjangan profesi pendidik di DKI Jakarta untuk triwulan pertama yang seharusnya dibayarkan paling telat April lalu baru dibayarkan pada 1 Agustus.

”Guru-guru baru menerima pembayaran tunjangan profesi triwulan pertama untuk tiga bulan. Pembayaran triwulan kedua yang seharusnya paling telat Juli lalu tidak jelas kapan dibayarkan,” tutur Retno.

Persoalan keterlambatan dan ketidakutuhan pembayaran tunjangan profesi pendidik di sejumlah daerah ini disorot Ombudsman RI dalam laporan investigasi tentang penyelenggaraan sertifikasi guru yang diserahkan kepada Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan serta Kementerian Agama.

”Kasusnya tak kunjung selesai,” kata Budi Santoso, anggota Ombudsman Bidang Penyelesaian Laporan/Pengaduan. (ELN)

Sumber : Kompas Cetak
Editor   : Caroline Damanik

Kompas.com
 
 
 
  Sambutan Kepala Dinas
Drs. Mohammad Zahid, M.Pd
  Pencarian Data
     


  Statistik Website
Online : 1 orang
Hari Ini : 128 orang
Kemarin : 121 orang
Bulan Ini : 3831 orang
Total : 400476 orang
  Buku Kurikulum 2013
 
 
  Link Banner
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
  Bio System Online
 
 
 
 
 
 
 
 
  Format RKAS BOS K1 dan K2
 
 
 
 

54.204.200.90

Copyright © Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Jepara. Maintenence by ICT Dikpora
Jl. Ratu Kalinyamat No 1 Demaan Jepara
Jawa Tengah Telp. (0291) 591 238