Beranda  |  Arsip Berita  |  Agenda Kegiatan   |  Download  |  Photo Gallery  |  Hubungi Kami  |  Web Mail  |  NISN  |  PPD Online  |  Dapodik  |
 
Profil Dinas DIKPORA






Link Data Pendidikan




















Daftar Agenda Kegiatan
Pengambilan Kartu Peserta UN SMA/MA/SMK TP. 2012/2013
Tanggal : Diambil Senin,11 Maret 2013

Lembar Individu-SM
Index Harga 2013
 
Beranda » Arsip Berita
 
Simiskin Takut Mendaftar ke RSBI
Ditulis Oleh : ICT-Dikpora, Tanggal : 07/06/2012


IlustrasiJAKARTA, KOMPAS.com - Sekolah-sekolah berlabel Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI) menghadapi kesulitan memenuhi kewajiban pemerintah untuk mengalokasikan 20 persen kursinya untuk siswa yang secara ekonomi kurang mampu.

Sekretaris Jenderal Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI), Retno Listiyarti mengatakan, fakta di lapangan menemukan adanya ketakutan siswa dari keluarga dengan ekonomi lemah untuk mendaftar ke sekolah RSBI.



"Siswa dari keluarga miskin ketakutan masuk RSBI, sehingga banyak sekolah RSBI yang kesulitan memenuhi kuota. Jika dipaksakan masuk tanpa seleksi, maka itu akan menjadi bumerang," kata Retno, dalam diskusi mengenai RSBI, di kantor Indonesian Corruption Watch (ICW), Jakarta, Rabu (6/6/2012).

Dijelaskan Retno, minimnya minat siswa miskin mendaftar ke sekolah RSBI karena cap mahal yang menempel di RSBI. Kalaupun siswa miskin memberanikan diri untuk mendaftar ke RSBI, maka permasalahan lain juga akan muncul setelahnya. Misalnya masalah psikologis dan lingkungan sosial yang berbeda.

"Memaksakan siswa miskin masuk ke lingkungan sekolah yang secara ekonomi dan sosial berbeda dapat menimbulkan culture shock," ujarnya.

Ketidakmampuan beradaptasi, kata Retno, akan merepotkan siswa secara psiko-sosiologis karena dominasi akan menentukan pola relasi sosial. Secara umum siswa kaya memiliki pola komunikasi, pengetahuan, ekspresi, gaya hidup, cara berbahasa, berpikir, berbicara, dan bertindak lebih dominan.

"Siswa miskin yang terdominasi biasanya tunduk pada pola hubungan yang diciptakan siswa kaya dalam gaya belajar, seragam, dan kegiatan keakraban. Jika kecenderungan itu tidak diperhatikan oleh para guru dan sekolah, maka siswa miskin akan berada pada kondisi tertekan secara psikososial," tandasnya.

Ditambahkan Retno, dalam sebuah survey Forum Musyawarah Guru Jakarta (FMGJ), ditemukan kecenderungan siswa pintar tapi miskin takut mendaftar ke sekolah-sekolah RSBI. Alasan yang umum dikhawatirkan oleh siswa adalah biaya mahal dan khawatir tak mampu membayarnya, takut diharuskan memiliki laptop, takut bergaul dengan anak-anak dari keluarga kaya, dan minder.

Kompas.com
 
 
 
  Sambutan Kepala Dinas
Drs. Mohammad Zahid, M.Pd
  Pencarian Data
     


  Statistik Website
Online : 1 orang
Hari Ini : 301 orang
Kemarin : 974 orang
Bulan Ini : 12242 orang
Total : 246216 orang
  Link Banner
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
  Bio System Online
 
 
 
 
 
 
 
 
  Format RKAS BOS K1 dan K2
 
 
 
 

54.234.42.16

Copyright © Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Jepara. Maintenence by ICT Dikpora
Jl. Ratu Kalinyamat No 1 Demaan Jepara
Jawa Tengah Telp. (0291) 591 238